Asmo Sulsel — Transisi menuju kendaraan listrik mulai menemukan ruang di Sulawesi Selatan. Pertumbuhan kendaraan listrik membuka babak baru industri otomotif, meski penetrasinya masih menghadapi tantangan berupa edukasi konsumen dan tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi.
Astra Motor Sulsel melihat perkembangan tersebut sebagai bagian dari perubahan jangka panjang dalam industri mobilitas.
Marketing Manager Astra Motor Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan tren kendaraan listrik, termasuk kendaraan roda dua, mulai berkembang dan menjadi perhatian perusahaan.
“Tren kendaraan listrik, termasuk roda dua, mulai berkembang di Sulawesi Selatan dan menjadi salah satu perhatian dalam strategi Asmo Sulsel,” ujar Antofany kepada Makassar Terkini belum lama ini.
Data Bapenda Sulsel yang dirujuk Astra Motor Sulsel mencatat kendaraan listrik baru pada Januari–Juli 2026 tumbuh 161 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat, meski kontribusi kendaraan listrik terhadap keseluruhan pasar sepeda motor masih relatif kecil.
Karena itu, Astra Motor Sulsel mulai memperkuat pengenalan kendaraan listrik melalui edukasi dan pengalaman langsung kepada masyarakat.
Pengalaman Langsung Jadi Kunci
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah menghadirkan pengalaman langsung melalui pameran dan test ride.
Bagi konsumen, kendaraan listrik memiliki karakter penggunaan yang berbeda dibandingkan sepeda motor konvensional.
Karena itu, informasi mengenai teknologi, cara penggunaan, manfaat, dan karakter kendaraan menjadi bagian penting dalam proses pengenalan.
“Sebagian masyarakat masih belum memahami secara menyeluruh mengenai manfaat, karakter penggunaan, maupun teknologi kendaraan listrik,” kata Antofany.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat belum melihat adanya kebutuhan untuk segera berpindah dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Dengan demikian, tantangan pengembangan kendaraan listrik di Sulawesi Selatan bukan hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga bagaimana membangun awareness dan pemahaman konsumen.
Astra Motor Sulsel memilih pendekatan bertahap. Kebutuhan pasar terhadap sepeda motor konvensional tetap dilayani, sementara ekosistem elektrifikasi mulai dipersiapkan.
“Strategi kami adalah tetap memenuhi kebutuhan utama konsumen saat ini sekaligus secara bertahap mempersiapkan pilihan mobilitas elektrifikasi sesuai perkembangan kebutuhan dan karakter pasar di Sulawesi Selatan,” jelas Antofany.
Menjembatani Dua Era Mobilitas
Transformasi menuju kendaraan listrik pada akhirnya membutuhkan proses. Pasar sepeda motor Sulawesi Selatan masih didominasi kendaraan konvensional, khususnya segmen AT atau matik seperti Honda BeAT, BeAT Street, Scoopy, dan Stylo.
Di sisi lain, pertumbuhan kendaraan listrik menunjukkan bahwa pilihan mobilitas masyarakat mulai berkembang.
Bagi industri otomotif, kondisi ini menciptakan kebutuhan untuk menjalankan dua agenda sekaligus, yakni memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat hari ini dan mempersiapkan teknologi untuk kebutuhan masa depan.
Edukasi, test ride, pengenalan produk, serta penguatan ekosistem menjadi bagian dari proses tersebut.
Dengan pendekatan bertahap, perkembangan kendaraan listrik tidak hanya dipandang sebagai perubahan teknologi, tetapi juga sebagai perubahan perilaku mobilitas masyarakat Sulawesi Selatan.