Asmo Sulsel – PT Astra Honda Motor (AHM) memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) otomotif melalui program pelatihan, kompetisi keterampilan, dan pendidikan vokasi.
Upaya tersebut dilakukan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis serta memahami kebutuhan industri dan pelayanan pelanggan.
Pengembangan SDM menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan industri otomotif. Kemajuan teknologi, digitalisasi layanan, dan perubahan ekspektasi konsumen menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang terus diperbarui.
GM Honda Customer Care Center PT Astra Honda Motor, Antok Yuniarso, mengatakan perusahaan berupaya menjaga kualitas pelayanan melalui pengembangan kompetensi karyawan dan peningkatan standar layanan di seluruh jaringan resmi Honda.
“Pendekatan secara menyeluruh memastikan standar pelayanan di seluruh jaringan resmi Honda tetap relevan dengan pola perilaku konsumen yang dinamis,” kata Antok.
Menurut dia, pengalaman pelanggan tidak hanya berkaitan dengan produk dan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kerja dalam memberikan pelayanan sesuai kebutuhan konsumen.
Pendidikan vokasi dimulai dari bangku sekolah
AHM mengembangkan kompetensi calon tenaga kerja melalui program vokasi dan Teaching Factory (TEFA) yang dijalankan bersama SMK mitra binaan.
Melalui kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda, siswa memperoleh pembelajaran yang berkaitan dengan keterampilan teknis sepeda motor. Program Astra Honda Berbagi Ilmu juga menjadi sarana pengenalan pengetahuan dan budaya kerja industri kepada peserta didik.
Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja sejak masih menempuh pendidikan. Dengan demikian, pendidikan vokasi dapat menjadi jembatan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan industri otomotif.
Selain membekali siswa dengan keterampilan teknis, pengenalan budaya kerja juga menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan calon tenaga kerja dalam menghadapi lingkungan profesional.
Pelatihan dan kompetisi untuk menjaga standar layanan
Pengembangan kompetensi tidak berhenti pada pendidikan awal. AHM juga menyelenggarakan pelatihan teknis secara berjenjang bagi tenaga kerja serta kompetisi keterampilan, termasuk Technical Skill Contest dan kontes untuk petugas lini depan atau frontline people.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan keterampilan teknis dan pelayanan. Tenaga kerja diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai standar sekaligus merespons kebutuhan konsumen secara tepat.
Penguatan kompetensi ini sejalan dengan upaya AHM menjaga kualitas layanan purnajual melalui jaringan bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).
Jaringan tersebut didukung beragam layanan, seperti Pit Express, AHASS Servis Kunjung, Honda CARE (Customer Assistance Road Emergency), dan Pos AHASS TEFA. Keberadaan layanan tersebut memperluas pilihan bagi konsumen untuk mendapatkan perawatan kendaraan.
Di tengah perkembangan teknologi, kemampuan tenaga kerja juga perlu berjalan seiring dengan pemanfaatan kanal digital. Konsumen kini dapat mencari informasi, berkomunikasi dengan perusahaan, dan melakukan pemesanan servis melalui berbagai platform yang tersedia.
Karena itu, AHM mengembangkan pendekatan omnichannel yang menghubungkan kanal digital dan layanan langsung agar konsumen memperoleh pengalaman yang lebih konsisten.
Generasi muda menjadi bagian dari strategi pengembangan
Selain mempersiapkan calon tenaga kerja, AHM turut menyasar generasi muda melalui sejumlah program pendidikan, kreativitas, dan kewirausahaan.
Program yang dijalankan antara lain Short Movie Contest, Astra Honda Youthpreneurship Program, dan Astra Honda Motor Best Student. Program tersebut memperluas pendekatan perusahaan terhadap generasi muda di luar aktivitas transaksi dan layanan purnajual.
Di sisi pelayanan, AHM juga mengoptimalkan media sosial dan kanal digital untuk menjangkau konsumen muda yang terbiasa dengan komunikasi cepat dan interaktif.
Upaya tersebut dilengkapi penerapan prinsip 4C, yakni Customer Solution, Customer Cost, Customer Communication, dan Customer Convenience. Prinsip ini mencakup kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen, efisiensi biaya, komunikasi dua arah, dan kemudahan memperoleh layanan.
AHM turut memanfaatkan informasi dari platform pemesanan servis untuk memahami pola kebutuhan pelanggan. Data tersebut dapat mendukung penyampaian pengingat servis berkala dan rekomendasi perawatan yang lebih sesuai.
Evaluasi untuk menyesuaikan kebutuhan industri
Antok menjelaskan, perusahaan melakukan evaluasi secara berkala melalui penilaian layanan jaringan, umpan balik langsung dari konsumen, serta penilaian dan apresiasi dari pihak eksternal.
“Berbagai data tersebut menjadi bahan untuk melihat apakah layanan yang diberikan masih sesuai dengan kebutuhan konsumen yang terus bergerak,” ujarnya.
Pemantauan tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk meninjau program dan menyesuaikannya dengan perkembangan kebutuhan pelanggan.
“Kami akan terus berinovasi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen. Secara berkala kami pun melakukan monitoring terhadap perubahan ekspektasi konsumen, sehingga program-program yang kami lakukan dapat selaras dengan kebutuhan mereka,” kata Antok.
Melalui pendidikan vokasi, pelatihan berjenjang, kompetisi keterampilan, dan digitalisasi layanan, AHM berupaya membangun kesinambungan pengembangan SDM. Langkah ini sekaligus mendukung kebutuhan industri otomotif terhadap tenaga kerja yang terampil dan pelayanan yang mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen.