NEWS
DETAILS
Rabu, 09 Sep 2026 15:26 - Ikatan Motor Honda Makassar

Asmo Sulsel — Hujan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda motor.

Selain mengganggu jarak pandang, abu yang menempel di permukaan jalan dapat mengurangi daya cengkeram ban, terutama ketika bercampur dengan air.

PT Astra Honda Motor (AHM) mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan kondisi diri maupun kendaraan sebelum melakukan perjalanan di tengah kondisi tersebut.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu mampu memprediksi potensi bahaya sejak dini agar dapat melakukan antisipasi sebelum risiko muncul.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman,” ujar Daniel.

Ia menambahkan, apabila perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman merupakan pilihan yang paling tepat.

Persiapkan Perlengkapan Berkendara

Sebelum berkendara, pengendara disarankan menggunakan perlengkapan secara lengkap. Helm dengan visor tertutup dapat membantu melindungi wajah dan mata dari paparan abu.

Pengendara juga dapat menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta kacamata tambahan untuk mengurangi risiko iritasi mata.

Kondisi visor helm turut perlu diperhatikan. Abu vulkanik yang menempel dapat mengganggu pandangan.

Pengendara sebaiknya tidak membersihkan visor secara sembarangan karena sifat abrasif abu dapat menyebabkan permukaan visor tergores.

Selain perlengkapan, kondisi kendaraan juga perlu diperiksa, mulai dari tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion hingga kondisi mesin.

Komponen penyaring udara juga perlu mendapat perhatian karena abu vulkanik berpotensi masuk dan menumpuk pada bagian tersebut.

Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak

Saat hujan abu, pengendara disarankan mengurangi kecepatan dan menghindari manuver secara tiba-tiba.

Abu yang menutupi permukaan jalan, terlebih ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan menjadi lebih licin sehingga daya cengkeram ban berkurang.

Jarak aman dengan kendaraan di depan juga perlu diperbesar agar pengendara memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengereman maupun mengantisipasi kondisi lalu lintas.

Jika hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang terbatas, pengendara tidak dianjurkan memaksakan perjalanan.

Pengendara dapat mengurangi kecepatan secara bertahap, menyalakan lampu utama, menjaga jarak dan mencari lokasi aman untuk menepi. Visor helm juga sebaiknya tetap tertutup selama abu masih pekat.

“Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” kata Daniel.

RELATED
NEWS