NEWS
DETAILS
Senin, 11 May 2026 12:09 - Ikatan Motor Honda Makassar

Asmo Sulsel— PT Astra Honda Motor (AHM) mengingatkan para pengguna sepeda motor untuk selalu menggunakan oli sesuai spesifikasi mesin yang direkomendasikan pabrikan.

Penggunaan oli yang tidak tepat dinilai dapat berdampak serius terhadap performa, efisiensi bahan bakar, hingga usia pakai mesin kendaraan.

Melalui artikel edukasi yang dipublikasikan di situs resmi Astra Honda Motor?, AHM menjelaskan bahwa oli mesin memiliki fungsi penting, tidak hanya sebagai pelumas, tetapi juga membantu proses pendinginan dan pembersihan komponen internal mesin.

“Memilih oli mesin yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan adalah langkah krusial untuk menjaga performa, efisiensi, dan keawetan kendaraan,”demikian dilansir dari situs resmi AHM pada Minggu 10 Mei 2026.

Dalam lansiran tersebut menjelaskan, penggunaan oli dengan tingkat kekentalan atau viskositas yang tidak sesuai dapat menyebabkan penurunan performa mesin.

Oli yang terlalu kental membuat aliran pelumas menjadi lambat sehingga mesin terasa berat saat dinyalakan. Sebaliknya, oli yang terlalu encer membuat perlindungan antar komponen logam menjadi tidak maksimal dan meningkatkan gesekan di dalam mesin.

Selain menurunkan performa, penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi juga berpotensi memicu kerusakan pada komponen penting mesin seperti piston, camshaft, dan crankshaft akibat keausan prematur.

Kondisi tersebut diperparah dengan kemungkinan munculnya sludge atau lumpur oli yang dapat menyumbat saluran pelumas.

AHM juga menyoroti risiko overheating akibat penggunaan oli yang tidak mampu menyerap dan membuang panas secara optimal. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat merusak gasket kepala silinder hingga blok mesin.

Tak hanya itu, penggunaan oli yang salah juga dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Gesekan tinggi di dalam mesin membuat kerja mesin menjadi lebih berat untuk menghasilkan tenaga yang sama.

Pada aspek emisi, oli yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi masuk ke ruang bakar maupun sistem pembuangan sehingga dapat merusak catalytic converter dan sensor oksigen.

Dampaknya, emisi gas buang kendaraan menjadi lebih tinggi dan berisiko gagal dalam uji emisi.

Dalam edukasinya, AHM turut menjelaskan standar sertifikasi oli berdasarkan Japanese Automotive Standards Organization (JASO).

Untuk sepeda motor dengan sistem kopling basah seperti motor bebek dan sport, digunakan oli standar JASO MA seperti MPX1 dan SPX1.

Sementara motor matik dengan sistem kopling kering menggunakan oli standar JASO MB seperti MPX2 dan SPX2.

“Untuk mengetahui spesifikasi oli mesin yang tepat dan sesuai dengan sepeda motor Honda, dapat dibaca pada Buku Pedoman Pemilik dan Garansi,” tulis AHM.

AHM mengimbau pengguna sepeda motor untuk rutin mengganti oli sesuai jadwal servis berkala dan menggunakan produk yang direkomendasikan pabrikan agar performa mesin tetap optimal dan usia kendaraan lebih panjang.

RELATED
NEWS